Partikel Wa Dalam Bahasa Jepang (は)- Dasar Dari yang Terdasar

Belajar bahasa itu seru, tapi kadang juga bikin bingung.

Nah, salah satu yang sering bikin bingung dalam bahasa Jepang adalah partikel, dan salah satunya adalah partikel “wa.”

Makanya, artikel ini bakal jelasin lebih dalam soal partikel wa dalam bahasa Jepang dengan cara yang lebih mudah biar kamu makin paham cara pakeinnya dalam obrolan sehari-hari.

Siap-siap, yuk kita selami “wa”!

Apa Itu Partikel Wa Dalam Bahasa Jepang?

Partikel Wa (は) adalah penanda sebuah topik dalam bahasa Jepang paling dasar untuk menjelaskan sesuatu, misalnya untuk menjelaskan subjek dan objek.

Sederhananya…

Partikel wa bisa menjelaskan status, pekerjaan, memberitahu nama, (dan sebagainya) dari si subjek.

Subjek di sini bisa siapa saja, entah itu diri sendiri (saya), orang lain (kamu, dia), atau bahkan benda mati sekalipun (ini dan itu).

Dalam huruf Hiragana, partikel wa tidak menggunakan huruf わ, melainkan huruf HA は.

Ini udah kita jelasin di materi sebelumnya tentang aturan menulis huruf Hiragana ya!

Selain itu, partikel wa ini pernah kita gunain pada saat memperkenalkan diri dalam Bahasa Jepang dulu.

Misalnya:

  • 私はエルディウェイです。
    Watashi wa Erdy Wei desu.
    Aku adalah Erdy Wei.

Seperti yang kamu lihat pada contoh kalimat di atas… si subjek (saya) menjelaskan atau memberitahu namanya, bahwa subjek tersebut bernama Erdy Wei.

Nah…

Jika dilihat dari susunan kalimat di atas, partikel “wa” tersebut mungkin bisa kita artikan sebagai “adalah”.

Tapi ingat…

Ini bukan arti yang sesungguhnya, melainkan hanya “dianggap” saja, biar aku bisa mudah dalam menjelaskannya ya!

Susunan Kalimat Dasar

Mungkin ada dari teman-teman yang heran dan bertanya-tanya mengenai akhiran kalimat “desu” di atas…

Well… kata ini merupakan “kopula” dan gak punya arti secara khusus, tapi fungsinya gede banget loh!

Desu, yang dibaca “DES” ini memiiliki peran penting untuk menandakan apakah kalimat tersebut bernuansa positif, negatif, atau interogatif.

Biar gak bingung, langsung masuk aja ke penjelasan di bawah ya!

Pola Kalimat Positif Desu

Untuk menentukan kalimat positif atau menjelaskan sesuatu, maka kopula desu ini gak mengalami perubahan – sama seperti contoh di atas ya.

Misalnya:

  • 私は 教師です。
    Watashi wa kyoushi desu.
    Aku adalah seorang guru.
  • 彼らは 学生です。
    Karera wa gakusei desu.
    Mereka adalah seorang pelajar.
  • バンバンぐさんは 医者です。
    Bambang-san wa isha desu.
    Bambang adalah seorang dokter.
Pola Kalimat Positif Bahasa Jepang

Lihat, semua kalimat di atas bernuansa positif alias menjelaskan si subjek bahwa dia adalah seorang guru, murid, dan dokter.

Nah, jika ingin menyangkal kalimat di atas, maka kita masuk ke pola kalimat negatif di bawah.

Pola Kalimat Negatif Dewa Arimasen

Untuk menyatakan kalimat negatif atau penyangkalan, maka yang diubah bukanlah pola kalimat wa-nya, melainkan akhiran desu-nya.

Dari desu, berubah menjadi dewa arimasen (ではありません).

Misalnya seperti ini:

  • 私は 教師ではありません。
    Watashi wa kyoushi dewa arimasen.
    Aku bukanlah seorang guru.
  • 彼らは 学生ではありません。
    Karera wa gakusei dewa arimasen.
    Mereka bukanlah seorang pejalar.
  • バンバングさんは 医者ではありません。
    Bambang-san wa isha dewa arimasen.
    Bambang bukanlah seorang dokter.

Nah, untuk mengklarifikasinya, tinggal ditambahi lagi aja dengan informasi yang sebenarnya.

Pola Kalimat Negatif Bahasa Jepang

Misalnya seperti ini:

  • バンバングさんは 医者ではありません。会社員です。
    Bambang-san wa isha dewa arimasen. Kaishain desu.
    Bambang bukanlah seorang dokter, melainkan seorang pekerja kantoran.
  • 彼らは 学生ではありません。実習生です。
    Karera wa gakusei dewa arimasen. Jisshuusei desu.
    Mereka bukanlah pejalar, tapi pemagang.
  • 私は 教師ではありません。エンジニアです。
    Watashi wa kyoushi dewa arimasen. Enjinia desu.
    Aku bukanlah seorang guru, tapi seorang engineer.

Gampang kan…?

Pola Kalimat Introgatif Desu Ka?

Terakhir, ada pola kalimat yang berupa interogatif… seperti menanyakan…

Apakah kamu seorang…????

Kalimat ini penting banget dan seringkali digunain untuk menanyakan status atau nama seseorang.

Akhirannya pun berubah, dari “desu” menjadi “desu ka?”.

Misalnya seperti ini:

  • あなたは 教師ですか?
    Anata wa kyoushi desu ka?
    Apakah kamu seorang guru?
  • 彼らは 学生ですか?
    Karera wa gakusei desu ka?
    Apakah mereka pelajar?
  • バンバングさんは 医者ですか?
    Bambang-san wa isha desu ka?
    Apakah Bambang seorang dokter?

Untnuk menjawab pertanyaan seperti ini, maka kita tinggal mengatakan antara YA dan TIDAK.

Misalnya…

  • X: あなたは 教師ですか?
    X: Anata wa kyoushi desu ka?
    X: Apakah kamu seorang guru?
    Y: はい、私は 教師です。
    Y: Hai, watashi wa kyoushi desu.
    Y: Ya, aku seorang guru.
  • X: 彼らは 学生ですか?
    X: Karera wa gakusei desu kan?
    X: Apakah mereka pelajar?
    Y: いいえ、彼らは 実習生です。
    Y: Iie, karera wa jisshuusei desu.
    Y: Bukan, mereka adalah pemagang.
  • X: バンバングさんは 医者ですか?
    X: Bambang-san wa isha desu ka?
    X: Apakah Pak Bambang seorang dokter?
    Y: すみません、分かりません。
    Y: Sumimasen, wakarimasen.
    Y: Maaf, aku gak tahu.
  • X: あなたは 桜さんですか?
    X: Anata wa Sakura-san desu ka?
    X: Apakah kamu mbak Sakura?
    Y: いいえ、私は 林です。
    Y: Iie, watashi wa Rin desu.
    Y: Bukan, nama aku Rin.

Kata Hai di atas memiliki arti “YA”. Sementara “iie” memiliki arti “tidak” atau “bukan”.

Tapi jika kamu gak tahu siapa si subjek, maka awali dulu dengan mengatakan “sumimasen” yang artinya “mohon maaf”. Lalu dilanjut dengan mengatakan “wakarimasen” yang artinya “tidak tahu”.

Partikel Kalimat Dare Desu Ka?

Dare desu ka

Dalam kalimat interogatif di atas ada satu kelemahan…

Gimana kalau misalnya kita gak bisa menebak-nebak nama, profesi, atau status seseorang?

Tentu saja, tinggal tanyakan saja… kamu siapa?

Dalam bahasa Jepang, kata “kamu siapa” itu bisa berbunyi:

  • X: あなたは 誰ですか?
    X: Anata wa dare desu ka?
    X: Kamu siapa ya?
    Y: 私は エルディウェイです。
    Y: Watashi wa Erdy Wei desu.
    Y: Aku adalah Erdy Wei.
  • X: そちらは 何方ですか?
    X: Sochira wa donata desu ka?
    X: Anda siapa ya?
    Y: 私は バンバングです。
    Y: Watashi wa Bambang desu.
    Y: Saya adalah Bambang.

Kedua kalimat di atas benar dan bisa digunain… tapi tingkat kesopanannya berbeda loh!

Menyebut kata “anata” (kamu) itu kurang sopan dalam bahasa Jepang. Makanya, sering diganti dengan menyebutkan “sochira”.

Pun dengan kata “donata” yang merupakan bentuk sopan dari “dare”.

Jadi, silahkan gunain yang paling pas dengan keadaan kamu sekarang ya!

Atau…

Jika kamu emang udah tahu namanya, maka lebih baik gunain namanya saja yang diakhiri dengan kata -san.

Misalnya:

  • X: バンバングさんは いったい誰ですか?
    X: Bambang-san wa ittai dare desu ka?
    X: Tuan Bambang sebenarnya siapa?
    Y: 実は、私は 教師です。
    Y: Jitsu wa, watashi wa kyoushi desu.
    Y: Sebenarnya saya adalah seorang guru.

Gimana, gampang kan?

Fungsi Partikel Wa

Oke, kita buat rekapan dan kesimpulan ya…

Berdasarkan hal-hal yang udah aku jelasin di atas, ternyata fungsi dari partikel wa itu bisa ada 3 loh.

Diantaranya:

  • Penanda Topik: Ini yang paling sering kita temuin. Jadi, “wa” dipake buat nunjukin topik pembicaraan. Misalnya, “Watashi wa gakusei desu” (Aku itu mahasiswa), di situ “wa” nunjukin kalau topiknya adalah “aku.”
  • Penanda Kontras: “Wa” juga bisa buat ngebedain dua hal yang berlawanan. Contohnya, “Watashi wa gakusei desu, Kare wa sensei desu” (Aku itu mahasiswa, dia itu guru). Di situ, “wa” bikin perbandingan antara “aku” dan “dia.”
  • Penekanan: Kadang-kadang, “wa” dipake buat ngegarisbawahi bagian tertentu dari kalimat. Misalnya, “Sore wa himitsu desu” (Itu adalah rahasia). Nah, “wa” di sini nunjukin bahwa subjek merupakan benda mati atau sesuatu hal (itu) dan menjadi rahasia.

Jadi, “wa” itu bukan cuman partikel biasa, tapi punya peran penting dalam bahasa Jepang!

Contoh Partikel Wa

  • わたしは学生です。(Watashi wa gakusei desu.) – aku adalah seorang murid.
  • これはペンです。(Kore wa pen desu.) – Ini adalah pulpen.
  • あなたは先生ですか?(Anata wa sensei desu ka?) – Apakah kamu seorang guru?
  • 日本は美しい国です。(Nihon wa utsukushii kuni desu.) – Jepang adalah negara yang indah.
  • 彼は医者です。(Kare wa isha desu.) – Dia adalah seorang dokter.
  • 猫は可愛いです。(Neko wa kawaii desu.) – Kucingnya lucu.
  • 私たちは友達です。(Watashitachi wa tomodachi desu.) – Kita adalah teman.
  • 東京は大きい都市です。(Toukyou wa ookii toshi desu.) – Tokyo adalah kota yang besar.
  • 彼女は歌手です。(Kanojo wa kashu desu.) – Dia merupakan penyanyi.

Kotoba yang Wajib Dihafalkan

  • Watashi: Saya, Aku
  • Anata: Anda, Kamu
  • Kare: Dia (laki-laki)
  • Kanojo: Dia (perempuan)
  • Anata-tachi: kalian
  • Karera: mereka
  • Tomodachi: Teman
  • Kyoushi: Guru
  • Sensei: Guru
  • Seito: Murid
  • Gakusei: Murid
  • Biyoushi: Penata Rambut
  • Hanbai Sutaffu: Staff Marketing
  • Saabisu Sutaffu: Staff Pelayanan
  • IT Puro: Ahli IT
  • Kaishain: Pekerja Kantoran
  • Enjinia: Engineer
  • Jisshuusei: Pemagang
  • Isha: Dokter

Pelajaran Berikutnya:

-soon-

Pelajaran Sebelumnya:

Leave a Comment