Belajar Kanji Dasar Jepang – Panduan Lengkap Buat Pemula

Sejauh ini kita kan udah belajar Hiragana dan Katakana lengkap dengan cara tulis dan bacanya.

Sekarang, kita beralih ke Belajar Kanji Dasar Jepang.

Tenang, materi ini cuman sekedar perkenalan aja kok, biar kamu nggak kebingungan di sepanjang pelajaran kita nanti di Bab berikutnya.

Langsung mulai aja deh…

Apa Itu Kanji Jepang?

Kanji Jepang adalah karakter China yang dipake buat nulis bahasa Jepang. Dari Tiongkok, lalu masuk Jepang lewat Korea, sekitar abad ke-5. Setiap kanji punya arti sendiri, dan melambangkan kata atau konsep.

Misalnya, kanji buat “air” itu 水, trus kanji buat “api” itu 火.

Dengan nyambungin kanji, bisa bikin kata-kata lebih rumit.

Contohnya, kata “uap” itu 水蒸気, gabungam dari kanji buat “air”, “rumput”, dan “udara”.

Kanji ini salah satu dari tiga sistem tulisan Jepang, sama hiragana dan katakana.

Hiragana dan katakana lebih buat ngerepresentasikan suara atau suku kata.

Hiragana buat partikel gramatikal, akhiran kata kerja, dan kata-kata asli Jepang yang gak punya kanji.

Sementara Katakana buat kata asing, onomatope, dan penekanan.

Misalnya, kata “kucing” itu di Jepang bisa ditulis ねこ (neko) yang berupa hiragana, ネコ (neko) yang merupakan katakana, dan 猫 (neko) yang ditulis menggunakan huruf kanji.

Huruf Kanji itu Ada Berapa?

Ada lebih dari 50.000 karakter kanji, tapi cuma 2.136 yang dianggep Jōyō kanji (paling umum) dan diajarin di sekolah.

Buat baca koran atau buku, minimal mesti tau 1.500-2.000 kanji.

Buat nyari kanji, bisa pake metode macem-macem, kayak nyari berdasarkan radikal, jumlah coretan, bacaan, atau arti.

Atau kamu gambar aja kanjinya pake mouse atau jari di Google Translate, terus biarin algoritma yang mengidentifikasinya.

Gampang, kan? 😄

Belajar Kanji Dasar Jepang N5

Jadi, Kanji N5 tuh level kanji yang harus kamu kuasai kalo mau lulus ujian JLPT N5, yang mana itu level paling dasar di Japanese Language Proficiency Test.

JLPT ini kayak tes bahasa Jepang standar gitu buat ngecek kemampuan orang non-Jepang dalam pake bahasa Jepang di berbagai situasi.

Ada lima level di tes ini, dari yang paling tinggi, N1, sampe yang paling rendah, N5.

Nah, buat lulus JLPT N5, kamu harus tau sekitar 100 kanji.

Sebagai contoh aja nih, ada beberapa kategori kanji paling umum yang biasanya diajarkan buat pemula.

Diantaranya:

Kanji Jepang Angka

  • 零 (rei): 0. Bisa juga menggunakan ゼロ (zero).
  • 一 (ichi): 1
  • 二 (ni): 2
  • 三 (san): 3
  • 四 (yon/shi): 4
  • 五 (go): 5
  • 六 (roku): 6
  • 七 (nana/shichi): 7
  • 八 (hachi): 8
  • 九 (kyuu/ku): 9
  • 十 (juu): 10
  • 百 (hyaku): 100
  • 千 (sen): 1.000
  • 万 (man): 10.000
  • 億 (oku): 100.000.000
  • 兆 (chou): 1.000.000.000.000

Kanji Jepang Hari

Kanji hari-hari ini berdasarkan falsafah Tiongkok tentang yin-yang dan lima elemen: kayu, api, tanah, logam, dan air.

Setiap hari dihubungkan sama benda langit yang sesuai dengan salah satu elemen ini.

Nah, ini dia list-nya, beserta arti dan bacanya:

  • 日曜日 (nichiyōbi) artinya Minggu. Matahari ini mewakili yang, prinsip positif dan aktif dalam alam.
  • 月曜日 (getsuyōbi) artinya Senin. Bulan ini adalah yin, prinsip negatif dan pasif dalam alam.
  • 火曜日 (kayōbi) artinya Selasa. Api ini adalah elemen dan diasosiasikan sama Mars, planet merah.
  • 水曜日 (suiyōbi) artinya Rabu. Air ini elemen dan terkait sama Merkurius, planet yang paling deket sama matahari.
  • 木曜日 (mokuyōbi) artinya Kamis. Kayu ini elemen dan terhubung sama Jupiter, planet terbesar.
  • 金曜日 (kinyōbi) artinya Jumat. Logam atau emas ini elemen dan berkaitan sama Venus, planet terang.
  • 土曜日 (doyōbi) artinya Sabtu. Tanah ini elemen dan diasosiasikan sama Saturnus, planet ber-cincin.

Kanji Jepang Cinta

Jepang punya beberapa Kanji yang berhubungan sama cinta, dan masing-masing punya arti yang beda-beda pula.

Nah, ini dia yang paling sering digunakan:

  • (ai) artinya “cinta”, “kasih”, atau “perhatian”. Ini adalah kata cinta versi universal yang nyatain cinta yang abadi. Juga dipake sebagai nama, kayak nama Putri Aiko atau penyanyi Aiko.
  • (koi) artinya “cinta” atau “kerinduan”. Ini adalah kata yang paling deket sama definisi cinta ala budaya barat, yang meliputi cinta romantis atau cinta yang penuh gairah, kayak yang kita rasain pas awal-awal pacaran atau lagi naksir seseorang.
  • 愛情 (aijou) artinya “cinta” atau “kasih sayang”. Ini gabungan antara 愛 (ai) sama 情 (jou), yang berarti perasaan, emosi, simpati, kasih sayang, dan cinta. Sering dipake buat nyebutin cinta antara keluarga, teman, atau pasangan.
  • 恋愛 (renai) artinya “cinta romantis”. Ini gabungan antara 恋 (koi) sama 愛 (ai), yang berarti cinta dan kasih sayang. Sering dipake buat ngomongin asmara antara dua orang, khususnya di novel, film, atau manga.
  • 恋人 (koibito) artinya “pacar” atau “kekasih”. Gabungan antara 恋 (koi) sama 人 (hito), yang berarti orang. Dipake buat ngomongin pacar atau kekasih kita.
  • 恋文 (koibumi) artinya “surat cinta”. Gabungan antara 恋 (koi) sama 文 (bun), yang berarti surat. Dipake buat ngomongin surat yang isinya curahan hati cinta kita buat seseorang.
  • 恋心 (koigokoro) artinya “cinta” atau “hati yang mencintai”. Gabungan antara 恋 (koi) sama 心 (kokoro), yang berarti hati. Dipake buat ngomongin perasaan cinta atau ketertarikan kita sama seseorang.

Kanji Jepang Semangat

Nah, kalau bicara soal semangat dalam bahasa Jepang, ada dua Kanji keren yang sering digunakan, nih!

  • 頑張る (ganbaru) artinya “usaha keras”, “kerja keras”, “tekun”, atau “bertahan”. Kanji ini biasanya digunakan sebagai kata kerja yang bisa diubah-ubah bentuknya tergantung pada waktu, suasana hati, dan tingkat sopan santun. Misalnya, 頑張って (ganbatte) sering dipakai sebagai bentuk ajakan yang lembut buat dukung teman atau diri sendiri. Kalau 頑張れ (ganbare), itu lebih keras dan sering digunakan untuk memberi semangat kepada tim atau kelompok. Kalau 頑張ります (ganbarimasu), itu lebih sopan dan bisa buat nunjukin niat atau komitmen kita buat berusaha keras.
  • 努力 (doryoku) artinya “usaha”, “kerja keras”, “upaya”, atau “ketekunan”. Ini adalah kata benda yang digunakan untuk mendeskripsikan tindakan atau sikap dalam berusaha keras. Kanji ini juga bisa digabung dengan する (suru, yang artinya “melakukan”) jadi 努力する (doryoku suru), yang berarti “berusaha” atau “berjuang”. Kalau 努力して (doryoku shite), itu bentuk ajakan yang lembut buat dorong seseorang buat berusaha. Kalau 努力します (doryoku shimasu), itu bentuk sopan yang bisa digunakan buat nyatain niat atau tekad buat berusaha keras.

Kapan Harus Menggunakan Kanji?

Soal kapan harus pakai kanji di tulisan Jepang, ini gak selalu konsisten atau ketat banget, loh.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pilihan pakai kanji atau kana:

Tingkat Formalitas

Kanji biasanya lebih resmi dan akademis, sementara kana cenderung lebih santai dan sehari-hari.

Misalnya, di surat formal atau artikel koran, kamu bakal pake kanji buat kata-kata seperti 出来る (dekiru, bisa) atau 下さい (kudasai, tolong), tapi di email santai atau manga, kamu mungkin pake kana buat できる atau ください.

Tingkat Kesulitan

Kanji bisa susah buat ditulis dan dibaca, terutama kalau kanji-nya langka atau rumit.

Ada lebih dari 50.000 karakter kanji, tapi cuma 2.136 yang dianggap Jōyō kanji (paling umum) dan diajarin di sekolah.

Jadi, beberapa kanji sering diganti pake kana biar tulisannya lebih gampang dimengerti.

Misalnya, kata “roti” biasanya ditulis パン (pan) pake katakana, daripada 麺麭 (menpaku) pake kanji.

Tingkat Kekaburan

Kanji bisa bantu hindarin kebingungan dengan jelasin perbedaan antara kata-kata yang punya suara atau bunyi mirip tapi artinya beda.

Misalnya, kata はし (hashi) bisa berarti jembatan (橋), sumpit (箸), atau pinggir (端), tergantung pada konteks dan kanji yang dipake.

Kanji juga bisa bantu tunjukkin fungsi tata bahasa kata dengan ngeluarin kata itu dari kata-kata lain.

Misalnya, kata と (to) bisa jadi partikel (と), kata benda (都), kata kerja (問う), atau kata sifat (疾い), tergantung pada konteks dan kanji yang dipake.

Tingkat Nuansa

Kanji bisa sampaikan nuansa dan emosi yang halus dengan pilih karakter yang punya makna mirip tapi konotasinya berbeda.

Misalnya, kata cinta bisa ditulis 愛 (ai), yang lebih umum dan abstrak, atau 恋 (koi), yang lebih spesifik dan berapi-api.

Kata orang bisa ditulis 人 (hito), yang lebih netral dan biasa, atau 者 (mono), yang lebih merendahkan dan meremehkan.

Kanji Jepang Keren dan Artinya

Mau tau gak, ada beberapa Kanji keren yang lagi nge-hits di Jepang, nih? Yuk, simak!

美 (bi) artinya “kecantikan” atau “indah”.

Biasanya dipakai buat ngejelasin orang, barang, atau tempat yang estetis atau menarik secara visual.

Misalnya, 美人 (bijin) itu artinya “orang cantik” atau sekadar “kecantikan”, 美術 (bijutsu) itu artinya “seni” atau “seni rupa”, dan 美しい (utsukushii) itu artinya “cantik” atau “menawan”.

忍 (nin) artinya “bertahan” atau “tekun”.

Kanji ini seringkali dipakai buat ngomongin ninja, para agen rahasia atau tentara bayaran di zaman Feodal Jepang yang jago dalam mata-mata, sabotase, penyusupan, pembunuhan, dan perang gerilya.

Misalnya, 忍者 (ninja) itu artinya “ninja”, 忍術 (ninjutsu) itu artinya “teknik ninja” atau “seni ninja”, dan 忍耐 (nintai) itu artinya “kesabaran” atau “ketahanan”.

雷 (rai) artinya “guntur” atau “petir”.

Sering dipakai buat menggambarkan sesuatu yang kuat, mengesankan, atau mengejutkan.

Misalnya, 雷神 (raijin) itu artinya “dewa guntur”, 雷鳴 (raimei) itu artinya “dengung petir” atau “guntur”, dan 雷電 (raiden) itu artinya “guntur dan petir”.

炎 (en) artinya “bara” atau “nyala api”.

Biasanya dipakai buat ngomongin sesuatu yang panas, penuh semangat, atau berapi-api.

Misalnya, 炎上 (enjou) itu artinya “berapi-api” atau “jadi viral”, 炎症 (enshou) itu artinya “peradangan” atau “pembengkakan”, dan 炎の車輪 (honoo no sharin) itu artinya “roda api”.

風 (fuu) artinya “angin” atau “gaya”.

Seringkali dipakai buat ngomongin sesuatu yang cepat, fleksibel, atau modis.

Misalnya, 風速 (fuusoku) itu artinya “kecepatan angin”, 風水 (fusui) itu artinya “feng shui” atau “ilmu geomansi”, dan 風呂敷 (furoshiki) itu artinya “kain pembungkus”.

水 (sui) artinya “air” atau “cairan”.

Dipakai buat menggambarkan sesuatu yang cair, menyegarkan, atau penting.

Misalnya, 水素 (suiso) itu artinya “hidrogen”, 水着 (mizugi) itu artinya “baju renang”, dan 水曜日 (suiyoubi) itu artinya “Rabu”.

花 (ka) artinya “bunga” atau “mekar”.

Sering dipakai buat ngomongin sesuatu yang indah, berwarna, atau sementara.

Misalnya, 花火 (hanabi) itu artinya “kembang api”, 花粉症 (kafunshou) itu artinya “alergi debu sari bunga” atau “pilek”, dan 花見 (hanami) itu artinya “pesta melihat bunga”.

空 (kuu) artinya “langit” atau “kedalam”.

Seringkali dipakai buat ngomongin sesuatu yang luas, terbuka, atau dalam.

Misalnya, 空手 (karate) itu artinya “tangan kosong” atau “seni bela diri”, 空想 (kuusou) itu artinya “khayalan” atau “fantasi”, dan 空気 (kuuki) itu artinya “udara” atau “atmosfer”.

音 (on) artinya “suara” atau “bising”.

Ini sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terdengar, berirama, atau musikal.

Misalnya, 音楽 (ongaku) itu artinya “musik”, 音響 (onkyou) itu artinya “efek suara” atau “akustik”, dan 音符 (onpu) itu artinya “nota musik” atau “notasi”.

光 (hikari) artinya “cahaya” atau “bersinar”.

Biasanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang terang, bersinar, atau menerangi.

Misalnya, 光年 (kounen) itu artinya “tahun cahaya”, 光線 (kousen) itu artinya “sinar” atau “garis”, dan 光景 (koukei) itu artinya “pemandangan” atau “pertunjukan”.

Cara Membaca dan Menulis Kanji

Berbeda dengan huruf China dan Kantonese, huruf Jepang biasanya punya lebih dari 1 cara baca dari kanji itu sendiri, yang mana dikenal dengan sebutan Onyomi dan Kunyomi.

Bahkan ada beberapa penulisan lain yang digabungkan seperti kokkun.

Untuk lebih jelasnya, yuk pelajari 3 jenis cara baca dan menulis kanji di bawah sini…

On’yomi dan Kun’yomi

On’yomi dan Kun’yomi adalah jenis pembacaan untuk kanji. Ini berarti “pembacaan makna” dan mengacu pada pengucapan asli dalam bahasa Jepang untuk kanji tersebut.

Biasanya, kun’yomi digunakan saat kanji itu berdiri sendiri atau dengan hiragana, skrip silabis lain yang digunakan terutama untuk fungsi tata bahasa, akhiran kata kerja, dan kata-kata asli dalam bahasa Jepang yang tidak memiliki kanji.

  • Misalnya, kanji untuk “gunung” adalah 山 dan memiliki dua pembacaan: on’yomi dan kun’yomi.
  • Pembacaan on’yomi untuk 山 adalah サン (san), yang berasal dari kata Tionghoa untuk gunung, shān.
  • Pembacaan kun’yomi untuk 山 adalah やま (yama), yang merupakan kata dalam bahasa Jepang untuk gunung.
  • Ketika 山 digabungkan dengan kanji lain untuk membentuk kata-kata majemuk, biasanya mengambil pembacaan on’yomi.
  • Misalnya, 火山 (kazan) berarti “gunung berapi”, yang terdiri dari kanji untuk api (火) dan gunung (山).
  • Pembacaan on’yomi untuk 火 adalah カ (ka), yang berasal dari kata Tionghoa untuk api, huǒ.

Biasanya, ada beberapa pembacaan on’yomi untuk setiap kanji, tergantung pada asal usul dan periode pengucapan Tionghoa.

  1. Misalnya, kanji untuk “timur” adalah 東 dan memiliki tiga pembacaan on’yomi: トウ (tou), ト (to), dan ドウ (dou).
  2. Pembacaan-pembacaan ini berasal dari dialek Tionghoa yang berbeda atau zaman sejarah yang berbeda.
  3. Pembacaan on’yomi yang paling umum untuk 東 adalah トウ (tou), yang berasal dari pengucapan dalam bahasa Mandarin, dōng.
  4. Dua pembacaan lainnya kurang umum dan lebih khusus.

Kokkun

Kokkun adalah sebutan buat karakter kanji yang dipinjam dari bahasa Tionghoa, tapi diberi arti berbeda di dalam bahasa Jepang.

  • Contohnya nih, karakter kanji 峠 (touge) berarti “jalan gunung” di dalam bahasa Jepang, tapi nggak punya arti di dalam bahasa Tionghoa.
  • Ini karena karakter ini diciptakan dengan menggabungkan karakter kanji untuk gunung (山), naik (上), dan turun (下), buat merepresentasikan bentuk jalan gunung.
  • Ada juga karakter kanji 働 (dou) yang berarti “bekerja” di dalam bahasa Jepang, tapi berarti “bergerak” atau “beraksi” di dalam bahasa Tionghoa.
  • Juga termasuk kokkun, karena karakter ini diciptakan dengan menambahkan radikal orang (人) ke karakter kanji gerakan (動), buat merepresentasikan konsep bekerja.

Banyak banget kokkun di dalam bahasa Jepang, dan sebagian dari mereka juga digunakan di dalam bahasa Tionghoa sekarang.

Tapi kebanyakan kokkun nggak dikenal di luar Jepang.

Beberapa dari mereka juga termasuk kyōiku kanji, yaitu karakter kanji yang dipelajari oleh siswa Jepang mulai dari kelas satu sampai kelas enam.

Juubakoyomi dan Yutouyomi

Terakhir dan jarang ada guru bahasa Jepang di Indonesia yang jarang banget buat bahas… Juubakoyomi dan Yutouyoumi.

Singkatnya sih…

Juubakoyomi dan Yutouyomi adalah dua jenis pola membaca kata majemuk kanji dalam Bahasa Jepang. Kedua ini merupakan contoh dari bacaan campuran, yang berarti keduanya menggunakan on’yomi yang diturunkan dari Cina dan kun’yomi yang berasal dari Jepang.  

Dengan kata lain…

  • Juubakoyomi, pakai on’yomi buat bagian pertama kata, dan kun’yomi buat bagian kedua.
  • Misalnya, kata 重箱 (jūbako) yang artinya “kotak bertingkat” itu terdiri dari kanji untuk “berat” (重) dan “kotak” (箱).
  • Nah, bacaan on’yomi buat 重 itu ジュウ (jū), yang dari kata Tionghoa zhòng yang artinya berat.
  • Terus, bacaan kun’yomi buat 箱 itu はこ (hako), yang artinya kotak dalam bahasa Jepang.
  • Jadi, 重箱 dibaca jadi jūbako, pake campuran on-kun. Keren, kan?

Sementara itu…

  • Yutouyomi, pakai kun’yomi buat bagian pertama kata, dan on’yomi buat bagian kedua.
  • Misalnya, kata 湯桶 (yutō) yang artinya “ember berisi air panas” itu terdiri dari kanji untuk “air panas” (湯) dan “ember” (桶).
  • Nah, bacaan kun’yomi buat 湯 itu ゆ (yu), yang artinya air panas dalam bahasa Jepang.
  • Terus, bacaan on’yomi buat 桶 itu トウ (tō), yang dari kata Tionghoa tǒng yang artinya ember.
  • Jadi, 湯桶 dibaca jadi yutō, pake campuran kun-on.

Keren banget, kan?

Jadi, ini nih salah satu yang bikin bahasa Jepang seru, banyak banget cara bacanya, tergantung konteks dan kata-katanya.

Sejarah Kanji

Sebenarnya masih ada satu lagi kategori huruf Jepang bernama Kokuji.

Tapi sebelum aku jelasin apa itu, aku pengen kilas balik dulu ke Sejarah Kanji, biar nanti pas jelasin Kokuji jadi lebih gampang.

Biar lebih cepet, aku jelasin sejarahnya singkat-singkat saja ya!

Dimulai dari…

Abad ke-3 atau ke-4 Masehi

Kedatangan Kanji ke Jepang sekitar abad ke-3 atau ke-4 Masehi.

Dibawa dari Tiongkok lewat Korea, Nah, pas nyampe di Jepang, karakter-karakter Tiongkok ini akhirnya disesuaikan buat nulis bahasa Jepang.

Tapi, Jepang juga bikin karakter-karakter baru dengan menggabung-gabungkan atau sedikit merubah karakter yang udah ada.

Jadi, pertama kali, kanji ini lebih kayak dipake buat nulis nama-nama orang penting dan buat hal-hal serius gitu.

Tapi seiring waktu, mereka mulai dipake juga buat nulis hal-hal lainnya.

Zaman Asuka (538-710)

Di jaman Asuka, bacaan kanji ini dikembangkan jadi dua jenis: on’yomi dan kun’yomi.

On’yomi itu bacaan yang lebih mirip sama bahasa Tiongkoknya, sementara kun’yomi itu bacaan yang lebih ke bahasa Jepangnya.

Ini udah aku jelasin di atas secara lengkap ya!

Zaman Nara (710-794)

Terus, di jaman Nara, mereka bikin juga dua abjad baru buat nulis, yaitu hiragana dan katakana.

Ini lebih simple dan dipake buat nulis bunyi-bunyian dalam bahasa Jepang.

Hiragana biasanya buat kata-kata dalam bahasa Jepang yang gak punya kanji, sementara katakana buat kata-kata asing, onomatope, atau buat vokal.

Jadi, semakin lengkap deh alat tulisannya!

Zaman Heian (794-1185)

Di jaman Heian, ada gaya tulis yang namanya kanbun.

Ini buat nulis bahasa Jepang pake kanji aja, tapi dengan tanda-tanda khusus buat nunjukin tata bahasa dan pelafalan bahasa Jepang.

Biasanya dipake buat dokumen resmi dan literatur klasik.

Zaman Edo (1603-1868)

Trus, di jaman Edo, mereka mulai bikin kanji baru juga.

Kanji-kaji ini namanya kokuji, yang artinya “karakter nasional”.

Kokuji ini beda dari kanji Tiongkok, karena mereka dibuat di Jepang sendiri.

Misalnya, karakter 働 (dou) ini artinya “kerja” di Jepang, tapi gak punya arti di Tiongkok.

Zaman Restorasi Meiji (1868-1912)

Setelah Restorasi Meiji, Jepang berusaha banget buat merapikan dan menstandarisasi kanji.

Mereka bikin karakter-karakter yang lebih sederhana, namanya shinjitai, yang artinya “bentuk karakter baru”.

Tujuannya biar makin banyak orang bisa baca kanji dengan gampang, soalnya kanji yang rumit itu jumlah guratan atau komponennya bisa banyak banget.

Zaman Modern

Terakhir, sejak tahun 1920-an hingga sampai sekarang, pemerintah Jepang rutin ngeluarin daftar karakter buat panduan pendidikan warganya.

Daftar karakter yang paling baru disebut Jōyō kanji, yang artinya “kanji yang sering dipake”.

Di daftar ini ada 2,136 kanji yang diajarin di sekolah dan dipake di dokumen-dokumen resmi.

Jadi, begitulah perjalanan panjang dan seru tentang Kanji!

Dari Tiongkok ke Jepang, dari karakter kuno ke bentuk yang lebih modern.

Sekarang, kanji ini jadi salah satu hal yang bikin bahasa Jepang jadi unik dan menarik banget.

Kanji Jepang Asli

Nah, seperti yang sudah tertulis di atas bahwa Jepang berhasil membuat kanji asli yang bukan serapan dari Tiongkok pada zaman Edo bernama Kokuji.

Sederhananya…

Kokuji adalah kanji yang diciptain di Jepang, bukan dipinjem dari Tiongkok. Mereka juga sering disebut Wasei Kanji, yang artinya “Kanji buatan Jepang”.

Uniknya, Kokuji ini kebanyakan dibuat dengan cara nggabungin komponen-komponen yang udah ada di karakter Tiongkok, tapi dengan kombinasi yang gak pernah dipake di Tiongkok.

Cocok banget buat nulis kata-kata asli Jepang yang nggak punya karakter Tiongkok yang pas.

Nah, beberapa contoh Kanji yang masuk ke dalam kategori Kokuji diantaranya:

  • (dou): Ini artinya “kerja” di Jepang. Tapi, percayalah, di Tiongkok, karakter ini adalah tanda tanya besar! Kenapa? Karena karakter ini diciptakan dengan nambahin komponen orang (人) ke karakter gerak (動), biar bisa nunjukin makna “kerja.” Makanya, kalau lagi ngomongin pekerjaan di Jepang, pasti sering ketemu karakter keren ini!
  • (touge): Nah, karakter ini punya arti “jalur gunung” di Jepang. Di Tiongkok, dia kayak alien yang nyasar, gak ada yang kenal! Tapi Kokuji ini digarap dengan menggabungkan karakter gunung (山), atas (上), dan bawah (下), biar bisa nunjukin bentuk jalur gunung yang naik turun. Jadi, kalau lagi cerita soal petualangan mendaki gunung, pasti deh karakter ini nongol!
  • (-komu): Karakter satu ini artinya “ramai” atau “termasuk” di Jepang. Di Tiongkok? Gak pernah dengar! Kokuji ini nambahin komponen jalan (辶) ke karakter masuk (入), biar bisa nunjukin ide masuk ke tempat yang rame. Kalau lagi nyeritain pengalaman di festival Jepang yang rame-rame, ini karakter andalan!
  • (iwashi): Karakter ini artinya “ikan sarden” di Jepang. Kokuji ini lahir dengan menggabungkan komponen ikan (魚) sama komponen bunyi yang mirip kiri (左), buat nunjukin suara kata “sarden.”
  • (sen): Karakter ini berarti “kelenjar” di Jepang. Ini Kokuji luar biasa yang diciptakan dengan nambahin komponen daging (肉) ke karakter mata air (泉), biar bisa nunjukin organ yang bikin cairan tubuh. Jadi, kalau lagi belajar tentang tubuh manusia di Jepang, karakter ini nggak boleh dilewatkan!

Jadi, begitulah Kokuji, karakter-karakter super keren buatan Jepang yang unik dan penuh cerita.

Jepang memang jago dalam menciptakan karakter baru yang sesuai dengan budaya dan bahasa mereka sendiri!


Pelajaran Berikutnya:

Pelajaran Sebelumnya:

Leave a Comment