~nakutemo ii (~なくてもいい) – Menyatakan Tidak Apa-apa Bahasa Jepang

Halo minna san! Sampai juga kita di materi Bab 16 di kelas bahasa jepang Weihome Gakuen. Dan juga kebetulan materi ini merupakan materi terakhir yang membahas cara memanipulasi ~nai kei〜ない形」.

Pertama saya mengucapkan selamat kepada sobat semua yang telah berhasil sampai di materi ini! Rasa lelah dan malas sobat telah berhasil diatasi ketika harus berhadapan dengan si ~nai kei. Saya kasih sedikit fakta disini! Sekaligus rahasia terbesarnya! Dari sekian banyaknya pembelajar, kenapa hanya ada kurang dari 10 persen siswa yang berhasil? Tau kenapa? Karena dalam proses pembelajarannya, kesabaran dan keuletan mereka diuji.

Jadi, sobat termasuk yang mana nih? Yang 90 persen atau 10 persen? Saya yakin sobat pasti sudah ngangguk-ngangguk sekarang ketika sampai di materi ini. Meskipun perjalanan bahasa Jepang kita masih panjang, mudah-mudahan bocoran di atas menjadi salah satu energi buat sobat agar tetap fokus untuk belajar dan menggapai impian ya!

Dan biasanya, si 90 persen yang gagal ini malah berkilah “ah, ga belajar pun ga apa-apa, yang penting nanti dapat kerja”, yang padahal, bekerja dengan ilmu itu lebih mudah dan menyenangkan. Ngomong-ngomong masalah belajar ga belajar seperti yang dikeluhkan si pemalas dan si pesimis, kebetulan kita akan membahasnya di materi ini. Bagaimana cara kita mengungkapkan “ga apa-apa” dalam bahasa Jepang.

Bahasa Jepang Menyatakan Tidak Apa Apa


Pada dasarnya, bahasa jepang untuk kata “tidak apa apa” adalah “daijoubu (大丈夫)”. Yah, memang betul itu. Tapi ada konteks yang lebih luas lagi dalam penggunaannya loh minna! Kalau tidak berarti percakapan kita sudah sampai disini! Wkwkwk.

Biasanya nih ya, kata ini sebagai jawaban atas permintaan maaf seseorang karena tidak bisa melakukan sesuatu, atau tidak bisa melakukan apa yang dikehendaki oleh si peminta. Seperti contohnya seperti ini.

Cowok: Aku sayang sama kamu…
Cewek: Maaf, aku ga bisa…
Cowok: Ga jadi pacarku pun ga apa-apa, tapi kita masih bisa berteman, kan?

Blaarr! Seperti disengat belut listrik! Tapi si cowok mencoba bersikap dewasa dengan mengatakan “ga jadi pacarku pun ga apa-apa”. Dan menghibur dirinya sendiri dengan berpikir “cinta tak harus memiliki, asalkan dia bahagia… daijoubu!!”. Yang pada kenyataannya, setelah pulang ke rumah dia mengunci pintu kamar, memadamkan lampu dan nangis di pojokan.

Jangan salah paham dulu, cerita diatas bukan kenyataan maupun curhatan pribadi, ini 100% fiktif. Jadi jangan marah ya kalau misalkan ada dari sobat yang pernah mengalaminya. Intinya begini, kita akan membahas cara mengatakan “ga bla-bla-bla pun ga apa-apa”. Jadi mari kita mulai!!

Coba perhatikan salah satu contoh kalimat yang akan kita bahas kali ini:

  • Mou osoi!! Shukudai wo dasanakute mo ii desu!
    もう遅い!!宿題を 出さなくても いいです。
    Udah terlambat!! Tidak mengumpulkan PR juga tidak apa-apa!

Nah, kalimat diatas biasanya dikatakan oleh guru killer sama murid pemalas. Sikat sana, sikat sini, sampai shikat miring, tanpa kenal ampun, tegasnya ga kira-kira.

Kok jadi ngegosip? Kembali ke topik! Yang sobat harus perhatikan adalah kata yang sudah saya garis bawahi, berikut penjelasannya:

  • Sama seperti penjelasan kita di materi sebelumnya tentang Menyatakan harus dalam Bahasa Jepang, hal pertama yang harus dilakukan adalah merubah kata kerja bentuk ~u menjadi kata kerja bentuk ~nai.
  • Setelah itu sobat tinggal menghilangkan huruf () dibelakang dan ditambahi oleh ~nakute mo ii (〜なくてもいい).
  • Dasu (出す) => Dasanai (出さない) => Dasanakute mo ii (出さなくてもいい).
  • Sudah selesai, dan jadilah kalimat “ga bla-bla-bla pun ga apa-apa”.

Halah, mudah banget ya! Kalau belum mengerti ya tinggal baca berulang-ulang lagi aja! Ga perlu malas dan mengeluh! Tapi kalau masih mau mengeluh, saya punya saran yang terbaik! Pergilah ke laut! Maksudnya, ke laut aje! Hehehe.

Coba lihat contoh kalimat berikutnya:

  • Daijoubu! Kodomo wa harawanakute mo ii desu yo!
    大丈夫!子供は 払わなくても いいですよ。
    Tidak apa-apa! Anak kecil tidak bayar pun tidak apa-apa kok!

Di kalimat ini, tentu sobat akan melihat bahwa “daijoubu” dan “~te mo ii” ternyata bisa digunakan dalam satu kalimat! Dan tentu saja sobat akan menyadari bahwa meskipun kedua kata tersebut dalam Bahasa Indonesia hampir memiliki persamaan kata, tapi mereka jelas memiliki arti yang berbeda.

Kita lihat lagi beberapa contoh kalimatnya:

  • Boku no namae wo oboeteina kereba, yobanakute mo ii yo!
    僕の 名前を 覚えていなければ、呼ばなくても いいよ!
    Kalau kamu tidak mengingat namaku, tidak menyebut (namaku) juga tidak apa-apa!
  • Sono egao mou nidoto mitakunai! Dakara, ashita konakute mo ii yo!
    その笑顔 もう二度と 見たくない!だから、明日 来なくてもいいよ!
    Aku sudah tidak mau lagi melihat wajahmu! Jadi, besok tidak datang pun tidak apa-apa!

Hahaha… gomen nasai! Di materi ini banyak kalimat sadis ya! Tapi gunakan sekedar pengetahuan ya! Jangan digunakan secara sembarangan! Seperti apa yang dikatakan oleh Ben Parker, “kekuatan yang besar datang dengan tanggung jawab yang besar pula ”. Intinya pengetahuan yang besar juga harus tetap dijaga ya!

Masih berlanjut! Kadang ada beberapa kasus yang hanya menggunakan kata “いい” saja. Seperti contoh kalimat di bawah ini (gomen, contoh kasus ya masalah percintrongan lagi, wkwkwk):

  • Otoko: Kimi ga suki desu.
    Onna: Gomen nasai… atashi dekinai…
    Otoko: Un, ii yo…!
  • 男: 君が 好きです。
    女: ごめんなさい・・・ アタシは 出来ない・・・
    男: うん、いいよ!
  • Pria: Aku suka kamu.
    Wanita: Maaf, aku ga bisa…
    Otoko: Iyah, ga apa-apa

Seperti yang sudah saya katakan di awal materi, bentuk materi ini bisa digunakan sebagai penjawab “kata maaf”. Meskipun si cowok menjawab “ii yo”, bisa jadi itu kependekatan dari:

  • ayamaranakute mo ii yo” yang artinya “ga minta maaf juga ga apa-apa”.
  • kanojo ni naranakute mo ii yo” yang artinya “ga jadi pacarku pun ga apa-apa”.
  • ki ni shinakute mo ii yo” yang artinya “tidak perlu dipikirkan masalah itu”.

Yah… pokoknya jika pengucapannya hanya “~ii yo”, itu bisa jadi mewakili banyak kalimat. Oh ya, untuk yang diatas “aku suka kamu”, itu menggunakan “kimi ga suki desu”, itu adalah cara nembak atau mengungkapkan perasaan kita. Jadi jangan gunakan kata “ai shiteru” ya! Itu pantrang sekali digunakan untuk dor-doran alias ungkapin perasaan!

Dan akhirnya kita sudah sampai di penghujung acara. Sampai jumpa di Bab berikutnya ya! Otsukare sama desu!!!!

Please rate this

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *