Mae ni (前に) – Menyatakan Sebelum Dalam Bahasa Jepang

Doumo lagi minna, bersama saya Wei di kelas bahasa Jepang kita Weihome Gakuen. Kali ini kita akan membahas tentang rencana di masa depan yang didahului dulu oleh sesuatu. Betul itu! Untuk mendapatkan sesuatu yang maksimal, kita harus melakukan sesuatu yang penting, seperti contohnya adalah persiapan. Seperti ketika minna-san ingin melakukan sebuah peperangan di medan tempur, maka rencana perlu dipersiapkan agar kemenangan bisa didapatkan.

Tapi kadang ada juga orang yang malah ngeyel dan mencoba untuk pergi ke medan tempur tanpa harus meeting terlebih dahulu, lebih tepatnya super nekat. Dan untuk mencegah hal tersebut terjadi, tentu saja minna-san harus segera melarangnya kan? Tapi repotnya jika kebetulan orang tersebut tidak bisa berkata bahasa Indonesia karena dia orang Jepang, maka minna-san harus melarangnya dalam bahasa Jepang, atau lebih tepatnya mengajaknya untuk meeting. Nah, jadi mari kita bahas di materi ini.

Menyatakan Sebelum Menggunakan Mae Ni (前に)


Sensou no basho he iku mae ni, sakusen wo hanashimashou!
戦争の場所へ行く前に、作戦を話しましょう!
Sebelum pergi ke medan perang, mari kita berbicara mengenai strategi!

Coba perhatikan, untuk mendapatkan istilah “sebelum” dalam bahasa Jepang, apakah yang harus kita lakukan?

  • Sensou no basho artinya area perang.
  • Iku artinya pergi
  • Mae ni artinya sebelum
  • Jadi ketika sobat menggabungkan antara kata kerja dan “mae ni”, itu bisa berarti “sebelum ………”.
  • Seperti contoh diatas, “iku mae ni” yang artinya “sebelum pergi
  • Sakusen wo hanashimashou!” Artinya “mari berbicara tentang strategi”.
  • Jadi setiap kali sobat ingin menggunakan kata “mae ni”, pastikan sobat telah merencanakan sesuatu yang hendak dilakukan setelahnya.

Coba kita lihat contoh berikutnya:

Neru mae ni, terebi wo mimasu.
寝る前にテレビを見ます。
Sebelum tidur nonton TV dulu.

Kono chaputaa wo benkyou suru mae ni, hiragana to katakana wo oboete kudasai!
この チャプタあ を 勉強 する 前 に, 平仮名 と 片仮名 を 覚えて ください!
Sebelum mempelajari bab ini, tolong ingat huruf Hiragana dan Katakana!

Taberu mae ni, “itadakimasu” to itte kudasai!
食べる 前 に, 「いただきます」 と 言って ください!
Sebelum makan, tolong ucapkan “itadakimasu”!

Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang bisa sobat buat sendiri.

Mari kita sedikit ngelantur dan berimajinasi! Jika berbicara mengenai kata “sebelum”, ini erat kaitannya dengan persiapan yang matang, mencuri start, atau melakukan percepatan dalam sebuah tindakan. Maksudnya adalah, “sebelum orang lain melakukannya, maka sobat harus segera melakukannya terlebih dahulu”. Ini sangat powerful tentunya untuk dilakukan, terlebih di Negara Jepang. Betul itu, mari kita akui beberapa hal. Di Indonesia erat sekali dengan istilah “jam karet”. Itu loh, jika kita janjian untuk bertemu jam 1, malah datang jam 3. Ngaret 2 jam! Dan yang paling parah adalah kita selalu menanggapi hal tersebut dengan kata “ah, sudah biasa”.

Tak perlu dielakkan lagi, orang kita akhirnya menjadi keenakan dengan istilah “biar lambat asal selamat”. Padahal sudah jelas, “cepat dan selamat” jauh lebih baik kan?

Sementara orang Jepang sendiri benar-benar menggunakan istilah “mae ni” ini dengan sebaik-baiknya. Seperti ketika mau rapat, para peserta sudah berkumpul 5 menit “sebelum” rapat dimulai. Fakta lainnya mau ketemu atau kencan di sebuah tempat, orang Jepang akan sampai di lokasi “sebelum” waktu yang ditentukan.

Luar biasa kan?

Tidak usah tersinggung dengan perbedaan tersebut, anggap saja ini adalah study banding gratis. Tidak perlu pergi ke luar negeri dan membebani anggaran negara, lebih baik kita bandingkan dulu dari hal yang terkecil, yaitu “menepati janji tepat waktu” seperti orang Jepang. Bukankah sekolah kita di Weihome Gakuen sudah sepakat bahwa “Jepang adalah motivasi, sementara Indonesia adalah jati diri”, right?

Kecepatan juga bisa membuat seseorang atau satu kelompok lebih unggul dibanding kelompok lainnya. Yang beginian tidak usah saya kasih contoh lagi lah ya! Intinya, lebih kayak “berteleportasi”. Itu loh, kekuatan yang dapat berpindah tempat secara cepat! Seperti karakter protagonist bernama Uki dan Ryo di novel series saya yang berjudul “Beyond the World”. (Halah, kok malah promo. Hehehe). Nah, itulah pandangan kita kali ini tentang “mae ni” jika ditilik dari segi imajinasi dan fakta. Jadi, ketika sobat ingin belajar bahasa Jepang khususnya materi “mae ni” ini dengan imajinasi, pastikan juga untuk belajar tidak ngaret.

Kembali ke topik.

Beberapa Fungsi PartikelMae ni


Sekedar mengingatkan dan mengulang pelajaran yang lalu, partikel Mae ni juga memiliki fungsi yang berbeda selain menyatakan kata “sebelum”. Mari kita lihat beberapa fungsi lainnya untuk menghindari kesalah pahaman diantara kita.

1. Menyatakan keberadaan benda

Mungkin diantara sobat ada yang masih ingat tentang pelajaran kita tempo lalu tentang menyatakan keberadaan benda, seperti:

  • Ue: Atas
  • Shita: Bawah
  • Ushiro: Belakang
  • Mae: Depan

Nah, sebenarnya tata bahasa “mae ni” ini memiliki kata dasar, yaitu “mae” yang artinya depan. Jadi, jika tata bahasa ini masuk ke dalam contoh kalimat seperti ini:

Gakkou no mae ni byouin ga arimasu.
学校 の 前 に 病院 が あります。

Maka artinya menjadi:
Di depan sekolah ada rumah sakit.

Dengan kata lain, jika tata bahasa “mae ni” ini didahului oleh kata benda, maka artinya menjadi “di depan.

2. Menyatakan waktu yang lalu.

Sekarang kita bedakan dengan fungsi menyatakan waktu. Coba lihat contoh kalimatnya:

Sono keeki wa ichijikan mae ni tabemashita.
その ケーキ は 一時間 前 に 食べました。
Aku sudah memakan kuemu tersebut satu jam yang lalu.

Kita asumsikan juga bahwa jika “mae ni” didahului oleh kata waktu, maka artinya berubah menjadi “~yang lalu“. Untuk memperjelasnya saya kasih contoh tata bahasanya:

  • Nijikan mae ni: 2 jam yang lalu
  • Ikkagetsu mae ni: satu bulan yang lalu
  • Ninen mae ni: Dua tahun yang lalu

3. Menyatakan sebelum

Dan fungsi yang terakhir inilah yang sedang kita bahas kali ini.
Apa? Saya harus menjelaskannya lagi dari awal untuk fungsi yang satu ini? Mou… kanben shite kure yo~!
Kalo masih bingung baca lagi dari awal, Oke!

Dan begitulah pembahasan kita kali ini. Saya harap minna-san akan terus betah di Weihome Gakuen ini meskipun akhir-akhir ini materinya jarang saya update.

Sore wa hontou ni suimasen deshita.

Tapi meskipun begitu saya akan tetap memberikan yang terbaik dalam setiap pembahasan yang saya berikan. Maka dari itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Sepertinya sudah waktunya saya kembali mengurung diri di kamar. Ja, sampai ketemu minggu depan.

Otsukaresama deshita!

Please rate this

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *