~Teiru Lebih Lanjut – Menyatakan Masih Belum Bahasa Jepang

Doumo!! Minna-san!! Ohisashiburi desu! Lama tidak jumpa! Benar-benar sangat lama tidak berjumpa.

Maklum, selama 2 tahun terakhir ini saya sibuk membantu mengurusi projek orang lain sehingga tidak memiliki waktu yang cukup bahkan untuk sekedar memberikan pelajaran dan meng-update materi. Namun, pada akhir bulan September tahun 2016 ini, projek tersebut telah selesai dan saya memutuskan untuk tidak ikut projek baru agar bisa kembali ke rumah sendiri, yaitu Weihome.

Hal-hal yang pertama saya lakukan adalah bersih-bersih dan menata kembali bisnis saya di Weihome, termasuk sekolah bahasa jepang kita tercinta, Weihome Gakuen. Agar terlihat tidak rancu, saya juga memindahkan lokasi sekolah kita yang asalnya belajarnihongo.moy.su menjadi WeihomeGakuen.com, dengan begitu aktivitas belajar kita bisa dilanjutkan.

Untuk merayakan kembali aktifnya Weihome Gakuen, saya ingin melanjutkan terlebih dahulu materi bab 17 yang sempat tertunda, tepatnya di materi 3. Untuk minggu ini saya ingin membahas 2 buah materi secara langsung! Takut bingung? Haha… tenang saja, keduanya masih berhubungan, kok! Kedua materi yang akan saya berikan ini adalah masih berhubungan dengan kata kerja, lebih jelasnya kata kerja bentuk ~tte atau te-kei.

Bagi kamu yang belum menguasai kedua materi tersebut, harap untuk kembali ke materi sebelumnya ya. Soalnya nanti malah kebingungan jika langsung menginjak ke materi ini. Yosh, tanpa banyak bicara lagi, mari kita mulai belajarnya. Hajimemashou!!!

Kata Kerja Bentuk Sedang Berlangsung


Sebenarnya materi ini sudah pernah dibahas beberapa waktu lalu, dan saya kasih judul dengan kata kerja bentuk sedang berlangsung. Tapi sebenarnya, materi tersebut hanyalah pemanasan saja, minna! Sehingga sudah dipastikan di materi ini kata kerja bentuk sedang berlangsung disini akan dibahas secara lebih detail. Lebih tepatnya adalah kata kerja bentuk ~teiru (~ている). Masih ingat kan? Kata kerja ini dibentuk dari kata kerja bentuk ~tte (~って) dan dibubuhi dengan iru (いる) di belakangnya, sehingga berubah menjadi kata kerja bentuk sedang berlangsung.

Hanya saja, penggunaannya tidak sebatas sampai disana, masih banyak hal-hal yang perlu minna-san ketahui.

Ima wa Nihongo wo Benkyou Shiteimasu
今は日本語を勉強しています
Sekarang aku sedang belajar bahasa Jepang

Yups, itu dia kata kunci kita minggu ini. Coba kita bedah sedikit ya…

  • Ima () artinya sekarang
  • Nihongo wo Benkyou Shiteimasu (日本語を勉強しています) artinya Sedang Belajar.
  • Nah, akhiran kata Shiteimasu (しています) juga bisa kita rubah menjadi Shiteiru (している).
  • Menjadi, Benkyou shiteiru (勉強している).
  • Artinya sama saja, yang membedakan adalah tingkat kesopanannya
  • Kata kerja dengan akhiran ~masu (~ます) tentu saja memiliki tingkat kesopanan yang lebih tinggi.

Masih ingat ‘kan tentang pembahasan kita yang satu ini? Masih lah… wong ini masih terpisah beberapa materi kok. Nah, di materi ini kita akan membahas lebih detail dari pola ~teiru (~ている) ini. Dan berikut beberapa paparannya.

Menyatakan “Sudah” Dengan Kata Kerja ~teiru (~ている)


Tunggu… tunggu… bukannya pola kata kerja dari  “sudah” itu adalah “~shita (した)” ya?

Yups, memang betul. Kata kerja bentuk lampau atau “sudah” itu memang bisa menggunakan akhiran “~ta (~た)” dimana sudah kamu pelajari di materi perubahan kata kerja bentuk ~masu (~ます). Namun, bukan bahasa Jepang namanya kalau tidak unik. Dengan menggunakan kata kerja “~teiru (~ている)” ternyata juga bisa menyatakan kata “sudah” loh, minna! Penasaran? Coba lihat dua perbedaan kalimat di bawah ini.

  • Watashi wa Weihome kaisha de hatarakimashita.
    私はウェイホーム会社で働きました。
    Aku sudah bekerja di perusahaan Weihome
  • Watashi wa Weihome kaisha de hataraiteimasu.
    私はウェイホーム会社で働いています。
    Aku sudah bekerja di perusahaan Weihome

Coba lihat, dua kalimat yang berbeda namun memiliki arti yang sama. Saya ulangi sekali lagi, dua kalimat yang berbeda namun memiliki arti yang sama. Nah, kira-kira yang betul yang mana ya?
Tak perlu pusing dan tak perlu pula merajuk, dua-duanya benar kok. Namun, ada perbedaan arti yang sangat besar disini.

  • Untuk kalimat pertama, pernyataan tersebut tidak jelas statusnya. Maksudnya, kata “sudah” disana apakah dia masih bekerja atau memang hanya pernah bekerja namun sekarang sudah tidak bekerja lagi.
  • Nah, untuk kalimat yang kedua baru jelas. Pernyataan disana menunjukkan bahwa si pembicara sudah bekerja di perusahaan Weihome dan sekarang pun masih bekerja, alias belum dipecat ataupun kena PHK.

Jadi, mari kita asumsikan bahwa kata kerja “~teiru (~ている)” juga bisa berfungsi sebagai pernyataan “sudah”, namun kegiatan tersebut masih dilakukan hingga saat ini.

Kantan deshou?
So simple, right?
Sederhana, kan?
Nya kitu wae lah…

Beberapa minggu yang lalu, teman saya ceritanya menikah. Sebagai sosok orang yang hemat dan melihat potensi adanya kesempatan untuk mendapatkan momen “5 ribu makan sepuasnya”, saya dan teman-teman saya yang lainnya datang ke pesta pernikahan tersebut. Jadi, maksudnya kasih amplop 5 ribu dan bisa makan prasmanan sepuasnya disana.

Sebagai sesama otaku-nyuk, atau istilah lainnya: pecinta anime, pecinta Jejepangan, pecinta cosplay, pecinta musik Jepang, 2D waifu, Gundam, maid girls, idol, galge, netoge, sushi, okonomiyaki, ramen, harakiri, suzuki-kunaiki, sakuku-rata, dan seabrek tentang Jepang, disana pun kita sok-sok ‘an ngobrol pake bahasa Jepang, meskipun muka kayak orang planet mars dan ga ada mirip-miripnya sama orang Jepang. (Hahaha… Joudan desu. Saya aslinya tamfan kok :p <= Fitnah)

Disana, teman saya dengan bangga bilang:

  • Ore wa Kekkon shiteiru zo!
    俺は結婚しているぞ!
    Gw lagi nikah, nih!

Meskipun pada dasarnya kita semua tahu dia lagi nikah, tetap aja bicara seperti itu. Pengen pamer kali ya? (Saya sedikit klarifikasi, dia menikah dengan wanita 3D alias wanita betulan, bukan sama 2D waifu, apalagi hode dan wanita jadi-jadian).

Dan lalu, beberapa minggu kemudian dia muncul setelah beres bulan madu dan kembali mengeluarkan statement yang sama…

  • Ore wa Kekkon shiteiru zo!
    俺は結婚しているぞ!
    Gw udah nikah, nih!

Nah loh, bunyi kalimatnya sama, tapi artinya kok beda ya?

Seperti yang sudah dijelaskan di contoh kalimat yang pertama, tidak ada masalah sama sekali. Dua-duanya bener, hanya saja di kalimat yang kedua dia menyatakan udah nikah dan hubungan pernikahannya tersebut masih langgeng hingga sekarang, sakinah mawaddah warohmah.

Mungkin satu-satunya yang jadi masalahnya adalah dia terus-terusan mengucapkan kalimat tersebut tepat di depan teman-teman saya yang masih jomblo.
Ups, anggap omongan saya yang terakhir tidak pernah ada ya!

Jadi, jangan dibuat pusing lagi ya! We love simple cause simple is awesome, right? 

Menyatakan “Selalu” dengan kata kerja ~teiru (~ている)


  • Kyuuketsuki tte, maiban tetsuya shiteiru ne~
    吸血鬼って、毎晩徹夜しているね~
    Vampir itu, tiap malam selalu begadang mulu ya…!

Another baka sentence milik saya di materi kali ini. Tentu saja, mana ada vampir berkeliaran di siang hari?
Biar ga bingung, coba kita bedah sedikit ya…! Mohon dibantu ya… prok prok prok!

  • Kyuuketsuki (吸血鬼) artinya vampir.
  • Akhiran ~tte (~って) disana digunakan untuk menekankan kalimat, lebih mudahnya bisa berarti “… itu”.
  • Maiban (毎晩) artinya tiap malam.
  • Tetsuya shiteiru (徹夜している) artinya sedang begadang.
  • Nah, karena di kalimat ini ada kata maiban (毎晩) alias “setiap malam”, maka “tetsuya shiteiru (徹夜している)” bisa berarti “selalu gadang”.
  • Pokoknya, jika kata kerja memiliki kata keterangan seperti “setiap malam, setiap pagi, setiap hari, dll”, maka bisa jadi terjadi perubahan makna dari kata kerja ~teiru (~ている) tersebut.

Sudah… sudah… jangan dibikin bingung. Gunakan saja intuisi kamu untuk bisa membedakannya ya! Intinya, kata kerja ~teiru (~ている) pun bisa berubah arti dari sedang menjadi selalu. Ijou desu.

Kata Kerja Bentuk ~teimasen (~ていません)


Nah, kalau yang ini rivalnya si ~teimasu (~ています). Bisa dibilang kebalikannya, dan hukum kekekalan energi berlaku disini. Ada gaya tarik, dan ada gaya dorong. Ada kutub positif dan ada kutub negatif. Ada plus dan ada minus. Lebih mudahnya, ~teimasen (~ていません) atau ~teinai (~ていない) ini merupakan bentuk negatifnya kata kerja ~teiru (~ている).

Lantas, pekimana cara menggunakannya? Mudah saja, coba kita cekidowt.

  • Kanojo wa tabeteimasen yo!
    彼女は食べていませんよ!
    Dia sedang tidak makan kok!

Yups, cara penggunaannya tinggal merubah kata kerja ~teiru (~ている) yang artinya “sedang” menjadi negatif, dan voila! Artinya berubah menjadi “sedang tidak~
Ini sebenarnya pola baku dari kata kerja bentuk ~teiru (~ている). Nah, bagaimana dengan contoh kalimat di bawah ini:

  • Kanojo wa mada tabeteimasen yo!
    彼女はまだ食べていませんよ!
    Dia belum makan kok!

Nah loh, kira-kira apa sih yang membedakannya?

Ternyata, jika kata kerja “~teimasen (~ていません)” ini didahului dengan kata “mada (まだ)”, maka konteks kalimatnya bukan lagi berarti “sedang tidak~”, melainkan “belum”.

Lah, gampang banget ini mah atuh!

Selain itu, ada kata gaolnya juga dari kata kerja “~teimasen (~ていません)” ini, mulai dari “~teinai (~ていない)”, “~tenai (~てない)”, dan “~tenee (~てねー)”. Tak perlu bingung juga, artinya masih sama kok. Yang membedakannya ya… cara penggunaannya kepada siapa, karena memiliki tingkat kesopanan yang berbeda. Cara penggunaannya coba lihat contoh di kaiwa di bawah ini:

*Hagita lagi nungguin Azusa di suatu tempat, dan tiba-tiba Suwa nelepon

Hagita: Moshi-moshi…!
Suwa: Moshi-moshi…! Hagita, deeto wa dou dai?
Hagita: Azusa to mada atte nee kedo!
Suwa: Eh? Maji? Moshikashite Omae, furarechatta kamo na~
Hagita: ~na wake nee darou, baka! Mada kokuhaku shitenai shi!

Coba lihat, saya memasukkan dua buah kata kerja “~teimasen (~ていません)” yang berbeda diatas tanpa terdengar rancu dalam sebuah percakapan, yaitu “atte nee (会ってねー)” dan “kokuhaku shitenai (告白してない)”, dan kurang lebih artinya seperti ini:

Hagita: Halo…!
Suwa: Halo…! Hagita, gimana nge-date nya?
Hagita: Gw masih belum ketemu dia (Azusa).
Suwa: Hah? Seriusan? Jangan-jangan lu ditolak lagi…
Hagita: Mana mungkin lah, bodoh! Lagian gw belum nembak juga!

Tuh kan… dua-duanya artinya sama, namun hanya digunakan untuk percakapan sesama teman saja. Karena aksen untuk kata kerja ~tte nee (~ってねー)” ini intonasinya cenderung meningkat.

Dan berikut versi tulisan Jepangnya:

萩田もしもし!
須和もしもし!萩田、デートはどうだい?
萩田あずさとまだ会ってねーけど!
須和えっ?まじ?もしかしてお前、振られちゃったかもな~
萩田なワケねーだろ、バカ!まだ告白してないし!

Yosh, begitulah ceritanya. Btw, ada yang tahu tentang ketiga nama yang disebutkan di atas? Suwa, Hagita dan Azusa? Yups… mereka adalah salah satu karakter dari anime Orange. Buat yang suka nonton romance genre, saya rekomendasikan anime tersebut. Hehehe.

Ups, sepertinya pembahasan kita sudah terlalu panjang, dan sudah seharusnya kita tutup sampai disini ya! Untuk minggu depan, kita libur dulu ya. Terima kasih sudah belajar dan artikel saya yang panjang ini. Selamat kembali beraktivitas dan…

Otsukaresama Deshita!!!

Please rate this

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *