Menyatakan Keinginan Kata Kerja Bahasa Jepang No ratings yet.

Ohayo!! Setelah kita belajar bahasa jepang cara menyatakan keinginan dalam konteks kata benda, kini mari kita belajar cara menyatakan keinginan bahasa Jepang dalam kata kerja. 

Ini bisa juga menyatakan kita ingin melakukan sesuatu. Contohnya:

  • Saya ingin makan
  • Saya ingin pergi
  • Saya ingin pulang
Menyatakan Keinginan Kata Kerja Bahasa Jepang
Hal yang perlu diketahui sebelum belajar menyatakan keinginan ini adalah sobat harus tahu dulu cara merubah kata kerja dalam bentuk ~masu. Jika belum menguasainya, harap kembali ke bab sebelumnya ya, bab tentang kata kerja.

Partikel ~tai: Kata Kerja untuk Menyatakan Keinginan

Ini bagi yang sudah, coba perhatikan kalimat di bawah ini!

Watashi wa tempura wo tabetai 

  • 私はてんぷらを食べたい

Bisa dilihat ada yang berubah dalam akhiran kata kerjanya? Kalo nggak mah kebangetan yah! Udah di bab 14 juga.. haha.

Mari kita tilik lagi kata kerjanya: tabetai (食べたい).

  • Kata dasar dari kata Tabetai adalah “Taberu” yang artinya “makan”.
  • Lantas kita kasih akhiran ~tai di belakangnya menjadi “tabetai” yang artinya “ingin makan”.
  • OK minna! Dengan begini kita bisa asumsikan bahwa akhiran ~tai dalam kata kerja itu adalah menyatakan keinginan.

Perlu diingat pula bahwa bentuk ~tai ini hanya berlaku bagi diri sendiri (apa yang ingin saya lakukan, bukan orang lain inginkan). Dengan kata lain tidak bisa digunakan untuk menyatakan keinginan orang lain, karena pada pola lain yang akan kita bahas di materi mendatang. (sumber: learn japanese adventure)

Sekarang kita sudah tahu cara menyatakan keinginan, namun masalahnya bagaimana cara kita merubah akhiran kata kerja ke dalam bentuk ~tai?

Tentu saja ada aturannya.

Perubahan Kata Kerja Jishokei Menjadi ~tai

Sebelumnya saya sudah mengatakan bahwa untuk bisa mengerti di materi ini, sobat harus mengerti dulu cara merubah akhiran kata kerja ke dalam bentuk ~masu.

Karena ini melalui dua tahapan:

  1. Merubah dulu ke akhiran ~masu
  2. Kemudian ~masu dirubah menjadi ~tai

Perhatikan perubahannya di bawah ini untuk lebih jelasnya:

menyatakan keinginan

Penjelasannya mudah saja, pertama kita merubah dulu ke dalam bentuk ~masu, kemudian ~masu kita hapus dan dirubah menjadi ~tai. Maka artinya berubah menjadi ingin~.

Contoh kalimat:

  • Watashi wa kamera wo kaitai desu.
    私はカメラを買いたいです。
    Aku ingin membeli kamera
  • Kimi ni aitai 
    君に会いたい
    Aku ingin bertemu denganmu
  • Nihon de hatarakitai 
    日本で働きたい
    Aku ingin bekerja di Jepang

Selanjutnya, pernyataan ini bisa juga digunakan untuk kalimat negative, seperti “tidak ingin”, juga bentuk kalimat lampau positif maupun negatif.

Perubahannya tentu saja berdasarkan pada akhiran kata kerja ~tai itu sendiri.

Bagi yang pernah belajar cara merubah kata sifat-i, tentunya sudah familiar dengan perubahan tersebut, karena pada dasarnya perubahan bentuk-bentuknya SAMA SAJA.

Pengen bukti? Cekidot.. hoho!!

Negative: ~tai => ~takunai

Watashi wa kamera wo kaitakunai
私はカメラを買いたくない 。
Aku tidak ingin membeli kamera

Positif Lampau: ~tai => ~takatta

Kimi ni aitakatta
君に会いたかった。
Aku ingin bertemu denganmu 
(kayak lagu AKB48 😀 oy!! oy!! oy!!)

Negatif Lampau: ~tai => ~takunai => ~takunakatta

Nihon de hatarakunakatta
日本で働くなかった。 
Aku tidak ingin bekerja di Jepang

Bentuk Kalimat Tanya Menyatakan Keinginan

Dan untuk kalimat bentuk tanya, atau menanyakan apa yang ingin ditanyakan, pola kalimat yang digunakan itu tergantung dari situasi, sedang dibicarakan, atau apa yang ingin ditanyakan.

  • Nani wo shitai desu ka? 
    何をしたいですか 
    Apa yang ingin kau lakukan?
  • Nani wo kaitai desu ka?
    何を買いたいですか 
    Apa yang ingin kau beli?
  • Dare ni aitai desu ka? 
    誰に会いたいですか
    Kau ingin bertemu dengan siapa?
  • Doko de hatarakitai desu ka? 
    どこで働きたいですか
    Kau ingin bekerja dimana?

Saya tahu, selintas ini akan membuat sobat pusing. Tapi jika sobat sudah menguasai pola-pola tentang “de, ni, ga, dll” di materi sebelumnya, saya yakin kebingungan sobat pasti bisa berkurang. Untuk selebihnya, sering-sering praktek dan sering-sering mendengarkan orang Jepang ngomong.

Ups… ada yang ngeluh ternyata, dia bilang:

“Saya ada di Indonesia”, “ga ada orang jepang disini”, bla… bla… bla…

Padahal ada masalah ada solusi. Jalan keluar dari saya adalah tonton dorama atau anime Jepang untuk mempertajam intuisi sobat dalam belajar bahasa.

Maka dari itu, nonton itu jangan fokus sama sub dan karakternya yang berwajah elok saja, atau lebih parah bermimpi ada anime ditayangkan di televisi Indonesia yang udah di dubbing. xixixi. Peace!!

Lagipula, saya banyak belajar pola-pola kalimat tersebut dari anime loh!! Saya banyak belajar dari tokoh yang tidak pernah ada di dunia ini (anime), Hohoho. Yosh, setidaknya banyak jalan, carilah jalan sobat sendiri dalam belajar.

Please rate this

Leave a Comment