~te kudasai (~て下さい) – Kata Kerja Bentuk Perintah Bahasa Jepang

Eh… Ketemu lagi, baru beberapa menit kelas belajar bahasa jepang ditutup. Minggu ini saya mencoba untuk memberikan lebih dari satu materi secara sekaligus. Maaf, bukan maksud terburu-buru loh. Bab ini merupakan bab yang memerlukan daya ingat, jadi mesti diberikan sebelum menjadi lupa, betul? Minimalnya, mesti ada contoh mempraktekkan “seperti apa sih kata kerja betuk ~tte itu?

Seperti yang kita tahu, kemarin ada seseorang yang bertanya di kelas, kata kerja bentuk te ini sebenarnya untuk apa sih? Salah satunya adalah digunakan untuk menyatakan kalimat perintah, atau memerintahkan seseorang, atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu, atau apa lagi ya…? Intinya, kalimat perintah!! Mengertilah sobat!

oho. Buat yang bercita-cita jadi seekor raja, maaf maksudnya seorang raja, ini adalah materi yang cocok untuk Sobat. Nanti sobat bisa berlaga dan berteriak, “pengawal! Bawa dia kehadapanku!”, Woow.. keren yah! Sampai-sampai saya lupa untuk bercermin.

Baiklah, kita cukupkan khayalan untuk kali ini, kita langsung ke pelajaran ya! Kata kunci kita hari ini adalah:

Chotto Matte Kudasai!
ちょっと待って下さい!


Ada yang tahu ga, “Matte” itu berasal dari kata apa? Ayo dibuka lagi materi sebelumnya. Kata kerja ini berubah menjadi akhiran “~tte”. Jadi, kita bisa melihat ada tiga kemungkinan, antara “~u”, “~tsu” dan “~ru”. Berikut adalah tiga kemungkinan tentang asal muasal dari kata kerja tersebut.

  1. Mau
  2. Matsu
  3. Maru

Ayo!!! Peras otaknya untuk memilih. Hahaha. Jika dilihat dari konteks kalimatnya, atau melihat karakter kanjinya, maka kata “matte” ini bisa dipastikan berasal dari kata “matsu”. Saya yakin, bagi yang sudah menghafal deretan kata kerja yang pernah saya kasih di materi sebelumnya tentang kata kerja, sudah pasti bisa menebak dengan mudah. Baiklah, kita bedah kalimatnya ya!

  1. Chotto” dalam kalimat diatas artinya “sebentar
  2. Matte” berasal dari kata “matsu” yang artinya “menunggu
  3. Karena akhiran tersebut berubah menjadi “matte”, maka artinya pun berubah menjadi “tunggulah”. Ingat! Ini adalah kata kerja bentuk perintah.
  4. Kudasai”, karena perbedaan budaya, saya tidak mengetahui secara spesifik arti dari kata “kudasai” ini. Mungkin kita bisa setarakan artinya dengan “tolong/silahkan”.
  5. Jadi, dengan begitu kita bisa simpulkan arti dari “Chotto matte kudasai” adalah: “Tolong tunggu sebentar”, atau “Silahkan tunggu sebentar”.

Kita lihat beberapa contoh kalimat lainnya, OK!!

  • ここに名前を書いて下さい!
    Koko ni namae wo kaite kudasai
    Tolong tulis nama Anda disini!

Seperti yang Anda lihat, “Kaite” merupakan kata kerja akhiran “~te”, tepatnya dari bentuk “~ite”, jika sobat lihat polanya di pelajaran sebelumnya, maka sobat akan mengetahui bahwa “~ite” ini berasal dari kata kerja akhiran “~ku”, dengan kata lain, “kaite” ini kata kerja dasarnya adalah “kaku” yang artinya “menulis”.

Sekarang kita buat contoh kalimat menggunakan kata kerja golongan 2:

  • あのシャツを見せて下さい!
    Ano shatsu wo misete kudasai!
    Tolong perlihatkan baju itu!

Jika Sobat mendapatkan kata kerja dari golongan 2, sobat tidak perlu susah-susah berfikir, karena pada dasarnya akhiran “~te” tersebut pasti berbentuk “~ru”. Contohnya seperti diatas, “misete” kata dasarnya adalah “miseru”.

  • すいません、この漢字の読み方が教えてください!
    Suimasen, kono kanji no yomikata ga oshiete kudasai!
    Maaf, tolong ajarkan cara membaca kanji ini!

Bisakah sobat menemukan kata kerja akhiran “~te” dari kalimat diatas? Tentu saja, jika sobat jeli, sobat pasti akan melihat “Oshiete” sebagai jawabannya.

Masih banyak contoh lainnya, saya harap sobat mau mencari dan membuat kalimat itu sendiri ya! Ingat, ilmu itu akan berguna jika dipraktekkan.

CARA MENJAWAB!

Jika sobat menemukan kata perintah dari orang lain, jawaban yang akan muncul adalah 2, pertama sobat menyanggupinya, kedua sobat menolak perintahnya.

Ada banyak cara untuk menjawab kemungkinan yang pertama, sobat bisa menjawabnya dengan:

  • はい、わかりました!
    Haik, wakarimashita!
    Baik, saya mengerti

Namun, jika sobat menolak permintaannya, pastikan sobat mengatakan minta maaf, atau menunjukkan rasa penyesalan. Lebih baik lagi jika sobat memberikan alasan yang lebih mendetail. Contohnya saya kasih dengan kaiwa di bawah ini!

  • ハルト: エバ、俺と付き合ってくれ!
    エバ: ごめんなさい、それは無理です。好きな人がいるから。

    Haruto: Eba, Ore to tsukiatte kure!
    Eba: Gomen nasai, sore wa muri desu. Suki na hito ga iru kara

    Haruto: Eba, berpacaranlah denganku!
    Eba: Maaf, tidak bisa. Karena aku mencintai orang lain.

Atau saya sering mendengar penolakan di anime yang lebih sadis, seperti mengatakan:

  • 断る!
    Kotowaru!
    Saya menolak!

Kenapa disebut sadis? Karena terlalu to the point, bahkan tanpa mengatakan maaf. Saya harap sobat mau menghindari kata tersebut ya!

KATA SLANG!!

OK, ini yang terakhir yang bisa saya kasih kali ini. Kata diatas juga ada kata sleng nya loh. Biasanya, orang Jepang kadang tidak menambahkan kata “kudasai” di belakang kata kerja perintah. Seperti contohnya:

  • おい!待て!
    Oi! Mate!
    Hey! Tunggu!

Tapi kita tahu, ini terkesan menyentak. Lebih baik ini digunakan dengan sesama teman saja ya. Kalau sobat mengatakan ini kepada bos atau guru, sudah pasti dipecat dari pekerjaan, atau dihukum di luar kelas. Tapi jika sobat penasaran dan mencoba untuk mempraktekkannya dan mendapatkan hukuman, tolong beritahu saya ya! Karena saya akan tertawa terbahak-bahak. Nyahahahaha!

Selanjutnya, masih ada nih! Sobat juga bisa mengganti kata “kudasai” dengan kata “kure”, bisa dibilang kata “kure” ini merupakan kata kasual dari “kudasai”, seperti contoh percakapan diatas. Contoh percakapan lainnya:

  • ユイ: ね、ヒッキ。皆カラオケ行くよ!ヒッキも一緒に行かない?
    ヒッキ: いや、俺はいい!ほっといてくれ!

    Yui: Ne, Hikki. Minna karaoke iku yo! Hikki mo isshoni ikanai?
    Hikki: Iya, ore wa ii! Hottoite kure!

    Yui: Hey, Hikki. Anak-anak pada pergi ke karaoke loh! Hikki juga mau ikut?
    Hikki: Ga, ga perlu. Tinggalkan aku sendiri!

Yap, si Hikki menolak sekaligus meminta agar orang-orang tidak mengganggunya, hmm… sangat tidak sopan dan terlihat anti sosial! Semoga tidak terjadi pada diri sobat.

Wah… Saking serunya menjelaskan saya sampai lupa waktu. Baiklah mungkin untuk minggu ini kita cukupkan hingga tahap ini ya! Di pertemuan berikutnya, saya ingin sedikit memberikan satu jurus cara berbicara dengan “logat kansai”. Itu loh, cara berbicara bahasa Jepang yang suka digunakan oleh orang-orang Osaka. Kalau saya menggunakan logat ini ketika mengobrol dengan orang Jepang, mereka selalu terkejut. Hohoho. Jadi, kayaknya asik aja kalau dibicarakan di kelas kita selanjutnya. Tapi satu jurus saja ya! So… sampai waktu itu tiba, mohon belajar yang rajin materi ini!

Oh ya, tolong luangkan waktu sobat untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan nanti di fans page facebook. Pastikan sobat sudah ikut ke dalam lingkaran murid-murid Weihome Gakuen ya! Caranya mudah, tinggal klik like saja di fans page nya kok.

Ok, saatnya untuk menutup buku dan Otsukaresama deshita!!!

Please rate this

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *