Weihome Gakuen Saturday, 2018-02-24, 11:09 AM
Ruang Kelas | Semua Tentang Jepang | About Weihome Gakuen | Privacy Policy | Contact Us | How to Use Selamat Datang Siswa-Siswi Weihome Gakuen | RSS
Ruang Kantor
Hello Visitors

Do you have any kind of business, deal, promotions, offering, suggestions or something similar to it, please talk to the Principal by clicking the button below!
PERHATIAN

Weihome Gakuen merupakan sekolah gratis.
Tetapi "tidak gratis" secara bersamaan.
Biaya belajar di tempat kami adalah minimal Rp.1.000/hari.
Cara pembayaran:

Lihat di sekeliling anda.
Temukan orang-orang yang membutuhkan.
Berikan MINIMAL Rp.1.000/hari kepada mereka.
Menyisihkan Rp.1.000/hari tidak akan membuat anda bangkrut.

Copyright
Materi ini dilindungi oleh
Protected by Copyscape Web Copyright Protection Software

Dilarang meng-copas, menyalin, mengutip, mencetak dan memperbanyak tanpa seizin pemilik situs, dan author

NOTE: Seluruh pihak Weihome Gakuen tidak bertanggung jawab jika website Anda dihapus dari peredaran karena telah menyalin (meng-copas) sebagian atau seluruh artikel di website http://weihomegakuen.com/ untuk dipublikasikan ulang di website Anda.

Pola Kalimat WA ()

Pola kalimat WA () merupakan pola kalimat dasar bahasa Jepang. Partikel "wa ()" berfungsi sebagai penanda subjek. Atau lebih jelasnya merupakan tanda menjelaskan sesuatu. Seperti "Saya adalah seorang siswa", "Saya adalah seorang guru", dll.
Dalam bahasa Jepang, pola WA ini ditulis dengan huruf "HA ( = HA), tapi dibaca wa.
Bisa kita simpulkan, dalam beberapa kalimat, WA () sendiri bisa diartikan atau memiliki arti "ADALAH", tapi ingat!!
Untuk lebih jelasnya nanti kita pelajari bersama dalam bahasan ini.
Ups... hampir lupa,, seperti yang sudah saya janjikan kemarin, kita juga akan melihat kegunaan kata "desu" disini..
Oke teman,, siapkan otak kalian, siapkan buku dan pensil (jika menurut Anda perlu), dan mari kita mulai...

KALIMAT PERNYATAAN WA(は)

  • ~WA~DESU
    ~は~です
Pola Kalimat ini berfungsi untuk memberikan pernyataan atau penjelasan, dan ini berbentuk positif (bukan penyangkalan). Biasanya penggunaan dari kalimat positif ini selalu disandingkan dengan partikel "desu". Jadi antara partikel "wa" dan "desu" itu sulit untuk dipisahkan.
Contoh kalimat :
  1. Watashi wa Yagami desu
    わたし は やがみ です
    Saya Adalah Yagami
  2. Watashi wa sensei desu
    わたし は せんせい です
    Saya adalah guru
  3. Watashi-tachi wa nihon-jin desu
    わたしたち は にほんじん です
    Kami adalah orang Jepang

Jadi kita bisa melihat bahwa fungsi atau pengertian partikel wa adalah untuk menjelaskan sesuatu, biasanya kata benda. Kegunaan atau penggunaan partikel wa ini juga selalu tidak lepas dari akhiran "desu", dimana kata desu dalam bahasa jepang tidak mempunyai arti jika dibahasa Indonesia-kan. Jadi fungsi desu ini bisa kita jadikan sebagai tanda bahwa kalimat dari bahasa Jepang tersebut artinya  kalimat positif.

 

KALIMAT SANGKALAN / MENYANGKAL "dewa arimasen (では ありません)"

  • ~WA~DEWA ARIMASEN
    ~は~ではありません

Pola kalimat ini digunakan untuk menyangkal sesuatu, atau bisa juga berarti "bukan".
Contoh Kalimat :

  1. Watashi wa Yagami dewa arimasen
    わたし は やがみ では ありません
    Saya bukan Yagami
  2. Watashi wa sensei dewa arimasen
    わたし は せんせい では ありません
    Saya bukan guru
  3. Watashi-tachi wa nihon-jin dewa arimasen
    わたしたち は にほんじん では ありません
    Kami bukan orang Jepang

 

KALIMAT TANYA "desu ka (ですか)"

  • ~WA~DESU KA
    ~は~ですか
Kalimat ini menunjukkan pertanyaan kepada seseorang.
Perhatikan, pada akhir kalimat berbunyi DESU KA (dibaca = deska) yang berarti bertanya. Nah, jika dibahasa Indonesiakan kurang lebih arti "desu ka" adalah "APAKAH?", tapi agar pola kalimat dalam B.Indonesia tidak rancu, kita simpan saja kata "APAKAH" tersebut di depan kalimat.
Contoh kalimat :
  1. Anata wa Yagami-san desu ka?
    あなた は やがみさん ですか
    Apakah Anda adalah Tuan Yagami?
  2. Anata wa sensei desu ka?
    あなた は せんせい ですか
    Apakah Anda seorang guru?
  3. Anata-gata wa nihon-jin desu ka?
    あなたがた は にほんじん ですか
    Apakah kalian orang jepang?
Sedangkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini, kita bisa menggunakan "haik" dan "iie", yang artinya "ya" dan "tidak/bukan"
Contohnya :
 
   X  : Anata wa Nihon-jin desu ka?
         あなた は にほんじん ですか
         Apakah Anda orang Jepang?
   Y  : Haik, sou desu (jika benar)
         はい, そうです
         Ya, betul
   Y  : iie, sou dewa arimasen (jika bukan)
         いいえ,そう では ありません
         Tidak, bukan
 
Mengerti Minna-san?? Tolong jawab dengan keras "Saya mengerti Senpai..!!"
Nah, bagi yang belum paham, harap untuk membaca kembali ke atas. Ingat!! Disiplin...
Oh ya, sebagai catatan, partikel wa juga suka ada di akhir kalimat loh! Seperti misalnya, "kore wa utsukushii desu wa" yang bisa berarti "benda ini cantik". Wa diakhir kalimat tidak artinya, hanya mempertegas bahwa kalimat tersebut memiliki nuansa "elegan dan feminim". Biasanya kalimat-kalimat tersebut digunakan oleh wanita-wanita elegan. Ini hanya catatan, untuk sekarang jangan dibikin bingun dulu deh. Hehehe
Kalo Anda sudah mengerti, kita lanjutkan pelajaran kita.
 
RENSHUU (練習)
 
Saatnya latihan.
Sebelumnya, tolong hafalkan dulu Kotoba di bawah ini :
 
Kotoba (言葉)
 
Watashi (私)                       : Saya
Anata (あなた)                  : Kamu
Watashi-tachi (私 達)          : Kami
Anata gata (あなたがた)   : Kalian
Ano Hito (あの人)              : Orang itu
Nihon-jin (日本人)              : Orang Jepang
Kankoku (韓 国)                 : Korea  
Sensei (先 生)                   : Guru    
Kenshuusei (研 修 生)       : Pemagang
 
Latihan 1 : Terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
 
  1. Watashi wa Tanaka Desu
    わたしはたなかです
  2. Watashi-tachi wa nihon-jin dewa arimasen
    わたしたちはにほんじんではありません
  3. Tanaka-san wa sensei desu
    たなかさんはせんせいです
  4. Ano hito wa kenshuusei desu ka ?
    あのひとはけんしゅうせいですか

Latihan 2 : Terjemahkan ke dalam bahasa Jepang

  1. Apakah Kamu seorang pemagang?
  2. Tuan Takefumi adalah orang Jepang
  3. Aku bukan seorang guru
  4. Apakah tuan Kim orang korea?
LIKE AND FOLLOW

FOLLOW US
CHATTO
Stat
free counters



Copyright © WEIHOME GAKUEN
Free web hostinguCoz